Pemkab Puncak Vaksinasi ASN dan TNI Polri

Bupati Puncak Papua Willem Wandik SE, MSI memantau pemberian vaksin tahap pertama pada ASN dan TNI Polri di Ilaga, Puncak Papua. (foto: Diskominfo Puncak Papua)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAinside.com, JAYAPURA – Pemerintah Kabupaten Puncak menggelar vaksinasi Covid-19 terhadap ASN dan TNI Polri.

Sebelumnya pekan lalu, vaksinasi kepada tenaga medis dan para medis telah selesai dilakukan.

Vaksinasi covid-19 disaksikan langsung oleh Bupati Puncak Willem Wandik,SE., M.Si, di aula Negelar Ilaga, Kabupaten Puncak, Jumat (5/3/2021).

Terlihat beberapa anggota dan perwira di Polres Puncak, yaitu Kapolsek Ilaga, perwira TNI,  Perwira Penghubung, yang ikut diperiksa begitu juga para Asisten Setda Kabupaten Puncak, maupun pimpinan OPD, serta ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak.

Vaksinasi dilakukan, setelah para petugas medis menjalankan sejumlah pemeriksaan termasuk tekanan darah. Jika melewati 16 pertanyaan dan semuanya tidak ada keluhan, dirasa sehat oleh petugas medis, maka mereka siap divaksin.

Bupati Puncak Willem Wandik sendiri berkeinginan untuk ikut divaksinasi covid-19, namun karena antibodinya terhadap virus covid-19 sudah cukup tinggi dengan pernah terkena covid-19, maka vaksinasi tak dilakukan.

“Vaksin kali ini ditujukan kepada para petugas publik, karena mereka ini akan berhubungan dengan masyarakat, selain itu akan melaksanakan tugas keluar daerah, sehingga berhubungan dengan daerah yang rawan akan covid oleh sebab itu, harus mengikuti vaksinasi sinovac, bisa kebal terhadap virus ini,” jelas bupati.

Ia mengharapkan, semua pejabat segera divaksin sehingga memiliki antibodi terhadap virus covid-19. “Sesuai jadwal, setelah ASN dan TNI-POLRI, nantinya vaksin akan diberikan kepada masyarakat, pada Bulan Juni mendatang sehingga dirinya berharap agar masyarakat jangan takut, jangan mendengar atau membaca berita-berita hoax, karena belum ada negara yang mampu menghentikan virus covid 19, dalam waktu dekat ini, sehingga vaksin merupakan salah satu solusi mengatasi perkembangan virus covid-19,” jelasnya.

Saat ini kata dia, sudah ditemukan virus corona jenis baru yaitu B117, yang baru muncul dan lebih ganas.”Sehingga untuk mengatasi virus ini, salah satunya adalah melalui vaksinasi covid-19 ini,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Aaron rumainum menyampaikan, penghargaannya kepada Pemerintah Kabupaten Puncak lebih khusus Dinas kesehatan, karena mampu menggelar pelatihan vaksinator kepada para petugas medis dan paramedisnya, dengan menggunakan APBD sendiri tanpa menunggu dana dari pusat.

“Ini membuktikan bahwa pemerintah benar-benar ingin menjaga daerahnya, agar bebas dari virus covid-19. Kabupaten Puncak merupakan satu-satunya Kabupaten yang gunakan uangnya sendiri, untuk menggelar pelatihan vaksinator bagi tenaga kesehatannya, kalau kabupaten lain, menggelar pelatihan, menggunakan dana dari Kementerian Kesehatan melalui Balai Besar Kesehatan di Makassar, termasuk kami di Provinsi Papua” tandasnya.

Disinggung soal cara mendapatkan kekebalan tubuh terhadap virus covid-19, dokter Rumainum menjelaskan ada dua cara agar seseorang kebal terhadap covid.

Pertama adalah seseorang terjangkit virus covid yang masih hidup dan tercipta kekebalan tubuh secara alami, namun resikonya sangat besar, bahkan bisa meninggal dunia jika penanganan tidak baik, sementara cara yang kedua, adalah divaksin yang dibuat dari virus covid yang sudah dibunuh, yang sementara sedang dilakukan di Kabupaten Puncak.

“Untuk itu, saya lebih menganjurkan kepada warga Puncak, untuk divaksin, demi menjaga status kita yaitu zona hijau, pasti aman tidak ada resiko,” ujarnya.

Dokter Aaron Rumainum salah satu dokter yang pertama kali divaksin di Provinsi Papua dan juga aktif dalam penanganan, penanggulangan dan pencegahan covid-19 di Provinsi Papua dalam kesempatan itu juga  banyak memberikan materi terkait dengan keuntungan seseorang divaksin maupun resiko ketika seorang tidak divaksin. **