Satgas Pamtas RI-PNG Latih Pemuda Kampung Yowong Membuat Rak Bunga

Pemuda Kampung Yowong Arso Barat bersama Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Skamto dan rak bunga hasil pelatihan. (foto: Pendam XVII/Cenderawasih)

PAPUAInside.com, KEEROM—  Kehadiran Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Skamto bukan hanya menjaga wilayah territorial agar tetap aman, tetapi juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan.

Salah satu upaya yang dilakukan, mengajarkan warga Kampung Yowong Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom untuk memanfaatkan potensi alam menjadi kerajinan rumah tangga yang unik dan inovatif.

Salah satu kerajinan yang diajarkan adalah membuat rak bunga dari bahan kayu kepada pemuda di sekitar Pos Skamto.

‘’Kali ini Pos Skamto yang merupakan salah satu Pos jajaran kami telah memberikan bukti bahwa kayu yang merupakan potensi yang sangat tinggi di Papua dapat diolah menjadi kerajinan rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi yang cukup baik. Selain menjaga perbatasan negara yang menjadi tugas pokok kami disini, kami juga ingin membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Papua khususnya yang berada di wilayah perbatasan RI-PNG dengan memanfaatkan potensi atau sumber alam yang ada,’’ ujar Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han, dalam rilisnya Minggu (31/02/2021).

Komandan Pos Skamto Kapten Inf Senopati Yudho menjelaskan anggota Pos nya mentransfer teknologi yang mereka miliki kepada masyarakat. “Kami mengajarkan bagaimana bahan pokok kayu ini dapat diolah menjadi bingkai dudukan pot bunga yang indah. Tak kalah unik, mereka juga kami ajarkan bagaimana cara membuat rak sepatu yang terlihat sederhana namun minimalis terlihat mewah,’’ jelas Senopati.

Dikatakan Senopati, masih banyak lagi kerajinan rumah tangga lainnya yang akan diajarkan.

‘’Langkah awal yang diajarkan adalah menjaga konsistensi mereka untuk tekun belajar, jika itu telah mereka miliki bukan tidak mungkin banyak lagi kerajinan rumah tangga yang bisa mereka buat, apalagi potensi kayu di Papua ini sangat baik dan bervariasi serta mudah didapatkan, sehingga usaha ini baik dijadikan mata pencaharian baru bagi masyarakat,’’ ujarnya.

Jimmy Jikwa (21) Salah satu pemuda yang turut belajar dalam kegiatan tersebut mengaku senang dan memiliki harapan baru untuk membuka usaha menjadi pengrajin rumah tangga. “Saya sangat senang dan tidak sangka bahwa kayu-kayu ini dapat disulap menjadi barang rumah tangga yang sangat indah. Saya ingin belajar sama abang-abang Pos supaya saya punya mata pencaharian baru.” Pungkas Jimmy. ** (adv/Pendam XVII/Cenderawasih).