Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Staf Khusus Presiden RI dan juga Duta SDG’s Indonesia Billy Mambrasar, dalam lawatan ke Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara pada 3-5 November 2020, untuk menghadiri kegiatan yang dilakukan Komunitas Mambruk Papua (KOMAPA).
Mendengar apa yang telah dilakukan oleh ratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam KOMAPA, Billy Mambrasar berharap KOMAPA akan menjadi percontohan bagi komunitas anak-anak Papua di Indonesia.
Billy Mambrasar bangga terhadap KOMAPA atas inisiatif mereka melaksanakan usaha-usaha ekonomi demi kelangsungan operasional komunitas, berbaur dengan masyarakat setempat serta melakukan proyeksi lingkungan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa Papua selama menempuh studi di kota Kendari.
‘’Saya bangga terhadap adik-adik, di sela-sela kesibukan kalian belajar untuk menggapai cita-cita dan membahagiakan orang tua sebagai seorang sarjana, kalian mau menyisihkan waktu untuk berpikir apa kontribusi kalian untuk kota tempat kalian belajar, kalian mampu beradaptasi dengan masyarakat sekitar bahkan melakukan proyeksi lingkungan dengan menanam bakau dan bakti sosial,” ujar Billy melalui Siaran Pers pada Minggu (08/11/2020).
Billy mengatakan, kegiatan-kegiatan sosial dan lingkungan yang telah di lakukan KOMAPA di Kendari, ini membuktikan dimana pun anak Papua berada mereka mampu berbaur dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Ketua KOMAPA, Salomina Wambrau dalam kesempatan itu menyatakan KOMAPA terbentuk atas keinginan para mahasiswa dan mahasiswi Papua yang berada di semester akhir bangku kuliah dengan tujuan mengembang diri di empat bidang : ekonomi kewirausaaan, sosial lingkungan, kesehatan dan pendidikan. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya : seminar kesehatan, pembuatan masker dan hand sanitizer, clean up day (bersih-bersih sampah di kota Kendari) dan pembuatan bibit mangrove di kabupaten Morowali, Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, untuk memperkenalkan budaya Papua pada semua mahasiswa di kota studi Kendari, KOMAPA juga melaksanakan seminar pengenalan tujuh wilayah adat Papua dan pengaruh perubahan iklim di Pasifik.
Salomina menambahkan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan tersebut kami bekerja sama dengan stake holder seperti dosen, Himpunan Mahasiswa Jurusan, Komunitas Pecinta Alam, Pemkot Kendari dan Pemda kabupaten Morowali, Sulawesi Tenggara.
Selain itu, Koordinator Bidang Pendidikan KOMAPA, Benyamin Wompere yang pernah mengikuti program inspirasi “Indonesian Young Leaders Programme” di Selandai Baru selama enam bulan di tahun 2019.
“Saya berharap semua yang didapat di Selandia Baru dapat di aktualisasikan di Indonesia khususnya di Papua,” kata Benyamin. **














