Oleh: Nethy DS|
PAPUAInside.com, JAYAPURA— Pasca pembunuhan warga sipil Jausan (33) di Dekai Yahukimo, Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw bersama Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjena TNI Bambang Trisnohadi mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP), Kamis (27/08/2020).
Setelah mengunjungi TKP, Kapolda menduga ada TKP lain, karena berdasarkan keterangan di lapangan ada kejanggalan. ‘’Kita sama-sama mencoba melacak kejadian kemarin, dimana sebenarnya TKP. Keterangan sementara korban jatuh di sini kemudian korban di bawa ke sini, tetapi kemungkinan kecil terjadi seperti itu, dugaan ada TKP lain,’’ terang Kapolda Waterpauw saat berada di TKP.
Keterangan di lapangan kata Kapolda sangat penting untuk mengetahui siapa melakukan apa, siapa yang melakukan pemanahan, siapa yang menarik dari dalam mobil, siapa yang melakukan eksekusi sehingga wajah korban menjadi hancur. ‘’Dari keterangan di TKP ini nantinya akan muncul siapa berperan apa, siapa yang turut serta dan siapa yang membantu,’’ jelasnya.
Hal-hal seperti itu, kata Kapolda yang harus dibuktikan, dan saat ini Direskrimum Polda Papua sudah berada di TKP untuk mengungkap kasus tersebut bersama penyidik Polres Yahukimo dibantu Brimobda Papua dan TNI.
Kapolda juga meminta pemerintah daerah, wakil rakyat serta selutuh masyaraka agar membantu aparat keamanan untuk mengungkap kasus ini.
‘’Saya berharap Bapak Bupati Wakil Bupati Ketua DPRD membantu pihak keamanan, kita harus buktikan siapa pelaku kejahatan kemanusiaan ini. Ada hukum, siapapun kalau dia bersalah akan bertanggungjawab di depan hukum. Kalau ada indikasi pelaku memiliki organiasia akan kita lihat dan akan melakukan upaya menggali sebanyak mungkin informasi yang berkembang di masyarakat Dekai,’’ jelasnya.
Selain mengunjungi TKP korban Januas, Kapolda dan rombongan juga mengunjungi TKP kasus pembunuhan staf KPU Hendry Jovinski (12/08/2020) dan juga kasus pembunuhan korban Muhammad Toyib (20/08/2020).
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan, saat kejadian, korban Januas duduk di bak belakang sebuah mobil bersama muatan batu batako yang menuju dari arah Kota Dekai tujuan rumah pemesan batu batako di sekitar Kali Buatan arah Kampung Masi Distrik Dekai.
Setibanya di Pertigaan Jalan masuk Kampung Masi, tepatnya di pinggir Jembatan Kali Buatan dan hendak membelok ke arah kanan, tiba – tiba muncul sekelompok masyarakat dengan membawa alat tajam berupa busur panah, parang, kampak dan juga ada yang membawa balok kayu langsung menyerang mobil L300.
“Korban yang saat itu duduk di belakang bak mobil, kemudian diserang dengan menggunakan panah, parang dan pukulan kayu balok sehingga korban terjatuh dari mobil.”
Saksi selanjutnya langsung melapor kejadian tersebut ke Mapolres Yahukimo. **














