Oleh: Ignas Doy
PAPUAInside.com, JAYAPURA—Kabupaten Lanny Jaya di Provinsi Papua, yang sebelumnya masuk kategori zona hijau, kini berubah menjadi zona merah, setelah ditemukan 7 kasus positif Covid-19 per Minggu (12/07/2020).
Demikian disampaikan Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K), saat menyampaikan keterangan pers secara virtual dari Media Center Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Kota Jayapura, Minggu (12/07/2020).
Dikatakan Sumule, setelah ditemukan 7 kasus baru di Lany Jaya, maka ada 17 kabupaten dan kota di Bumi Cenderawasih yang masuk kategori zona merah. Sedangkan 12 kabupaten masih zona hijau.
Menurut dia, hari ini juga ada tambahan 98 kasus baru. Dengan demikian, jumlah kumulatif penderita Covid-19 di Papua berjumlah 2291 kasus.
Adapun rinciannya, dirawat sebanyak 51 persen atau 1174, sembuh sebanyak 48 persen atau 1094 dan meninggal 23 atau 1 persen. Berarti ada tambahan 1 kasus kematian.
ODP sebanyak 2812, PDP 253 dan tes PCR maupun TCM sebanyak 19359 sampel.
Disampaikan, tambahan 98 kasus baru berasal dari kota Jayapura sebanyak 79 kasus baru, kabupaten Lanny Jaya sebanyak 7 kasus, kabupaten Jayapura sebanyak 6 kasus, Kabupaten Keerom sebanyak 4 kasus dan kabupaten Mimika sebanyak 2 kasus.
PDP bertambah 3 orang yang berasal dari kabupaten Keerom. Sementara ODP bertambah sebanyak 104 orang yang berasal dari Mimika sebanyak 101 orang, kota Jayapura sebanyak 2 orang dan kabupaten Jayawijaya sebanyak 1 orang.
Selanjutnya jumlah pasien yang dinyatakan sembuh hari ini ada 9 kasus, yang berasal dari kabupaten Jayapura 1 orang, kabupaten Mimika 3 orang, Kepulauan Yapen sebanyak 3 orang dan kota Jayapura sebanyak 2 orang.
Tambahan 98 kasus didominasi kota Jayapura dan tambahan yang cukup tinggi di kabupaten Lany Jaya menjadi perhatian khusus.
Pandemi ini belum berakhir di Papua sejumlah kabupaten dan kota mampu mengendalikan, tapi di beberapa kabupaten dan kota yang lain proses penularan masih terus berlangsung.
Ia mengungkapkan, kata kunci dari upaya besar menangani Covid -19 adalah masyarakat merupakan garda terdepan. Sedangkan petugas kesehatan adalah pertahanan terakhir dari penanganan Covid-19.
Oleh karena itu, ujarnya, agar pertahanan terakhir ini mampu tetap berdiri kokoh, maka garda terdepan harus kuat.
“Dengan bergandengan tangan, mengikuti protokol kesehatan, tetap disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dan tak berkerumun dalam jumlah yang banyak, maka kita mampu mengendalikan kondisi ini,” tuturnya.
Ia mengatakan, petugas kesehatan akan terus melakukan upaya-upaya trassing,test kemudian terapi. Tapi itu tak mempunyai makna yang besar, kalau warga di Papua tak disiplin.
“Kami percaya Tuhan akan berjalan bersama- sama dengan kita. Mari terus mempertahankan disiplin, menjaga tanah kita, agar kita bisa keluar sebagai pemenang terhadap pandemi Covid-19,” tukasnya. **














