Oleh: Ignas Doy I
PAPUAInside.com, JAYAPURA—Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Papua (ICAKAP) mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memfasilitasi para peneliti, ilmuwan dan ahli epidemiologi melakukan penelitian tanaman obat anti Covid-19.
Demikian disampaikan Ketua Umum ICAKAP Vinsensius Lokobal, SSI, MH di Jayapura, Sabtu (11/07/2020).
Vinsensius menjelaskan, Pemprov Papua kini memberlakukan new normal atau kenormalan baru di seluruh Papua. Tapi ironisnya, jumlah kasus positif Covid-19 makin hari makin tinggi.
Dikatakannya, meski Pemprov Papua telah mengeluarkan biaya yang cukup besar, untuk membeli Alat Pelindung Diri (APD), seperti rapid test, PCR dan lain-lain. Tapi hasilnya tak maksimal, sehingga membutuh alternatif pencegahan Covid-19 yang lain.
Oleh karena itu, ujarnya, pihaknya mengusulkan kepada Pemprov Papua untuk mencegah pandemi Covid-19.
Pertama, memfasilitasi dan membiayai para ilmuwan, peneliti dan ahli epidemiologi, baik yang ada di Uncen Jayapura, Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura dan lain-lain, untuk meneliti tanaman obat apa pun yang ada di tanah Papua menjadi bahan imun atau ketahanan tubuh khusus bagi pengidap Covid-19.
“Hingga hari ini belum ada pihak yang mau meneliti tanaman obat yang bisa membunuh virus Covid-19, padahal di Papua cukup banyak tanaman yang mampu sembuhkan pelbagai macam penyakit,” ujarnya.
Kedua, dengan diberlakukan new normal di seluruh Papua tentunya Pemprov Papua menghadapi tantangan menyangkut soal ketahanan pangan atau ekonomi masyarakat, seperti berkebun umbi-umbian, sayur-sayuran dan buah-buahan.
Pasalnya, stok bahan makanan hari ini makin menipis, sehingga Pemprov Papua disarankan untuk mendorong seluruh warganya berkebun.
“Di Biak misalnya produksi ikan melimpah, tapi nelayan kewalahan memasarkan hasil tangkapnya. Akhirnya mereka hanya bisa dapat hari ini untuk makan hari ini besok cari lagi,” ucapnya.
Selain mendorong warga berkebun, tuturnya, Pemprov Papua juga dapat memfasilitasi alat- alat kerja petani, seperti pengadaan bibit tanaman, pupuk, cangkul, parang, skop, lingkis, sabit dan lain-lain.
Hal yang sama Pemprov Papua juga bisa memfasilitasi alat kerja nelayan, seperti bibit ikan, jala, jaring, cool box dan lain-lain.
Update Covid-19 di Papua hingga Jumat (10/07/2020) pukul 19.00 WIT jumlah kasus positif Covid-19 bertambah menjadi 2130 orang, 1030 atau 48 persen saat ini sementara dalam perawatan ataupun juga dilakukan isolasi mandiri, sembuh sebanyak 1078 atau 51 persen dan meninggal sebanyak 22 orang atau 1 persen.
Sementara ODP sebanyak 2684, PDP sebanyak 250 dan tes PCR dan TCM sebanyak 18841 sampel. **














