Oleh: Faisal Narwawan|
PAPUAinside.com, JAYAPURA— Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengundang tokoh agama, tokoh masyarakat di Papua bersama forkompimda untuk membicarakan situasi kamtibmas terkini di Papua.
Dalam paparannya, Kapolda Papua Paulus Waterpauw membahas penanganan Covid-19 dan gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Ia juga memaparkan sejumlah kasus penembakan oleh KKB termasuk peristiwa di area kantor OB 1 Kuala Kencana yang mengakibatkan 1 WNA Selandia Baru tewas dan dua karyawan luka-luka.
Tak hanya itu, Paulus Waterpauw kembali membahas persoalan demo rasisme sejak 15 Agustus 2019 lalu, yang menimbulkan sejumlah gangguan keamanan di Papua.
Hal itu dibahas untuk menyamakan persepsi tentang persoalan tersebut bahwa kejadian ini dan para tahanan yang ditahan adalah persoalan pidana bukan politik, sehingga sebutan tahanan politik tak sesuai.
Ia meminta ada sinergitas yang betul-bertul matang antara aparat keamanan dan tokoh agama di Papua. Hal ini penting terutama dalam menyikapi persoalan di Papua.
“Kita sepakat ya untuk duduk bersama membahas berbagai persoalan bersama, tidak parsial-parsial, perlu koordinasi bersama, lalu membawanya ke pusat,” ujar Irjen Pol.Paulus Waterpauw dalam sambutan pembuka pada acara coffee morning bersama parah tokoh tersebut di Aula Rastra Samara Polda Papua, Rabu (08/07/2020).
Ia merasa penting membahas persoalan keamanan di Papua termasuk pola pikir generasi muda Papua yang menurutnya sudah melenceng jauh dari idiologi NKRI.
Usai kegiatan tersebut, Paulus Waterpauw kepada wartawan mengatakan, sifat kegiatan tersebut adalah membahas duduk permasalahan secara obyektif dari langkah-langkah tindakan Polisi sebagai aparat penegak hukum.
“Jadi jangan karena ada semangat sepihak dan informasi sepihak yang kemudian didorong ke pusat. Seperti ini jadinya kita membuat lagi persoalan baru di pusat, padahal kewenangan-kewenangan sudah diatur di daerah. Kegiatan ini tidak sekali dua kali tetapi akan berkelanjutan,” jelas Kapolda.
Selain itu, mengenai penanganan Covid-19 pihaknya mengharapkan para tokoh agama turut dilibatkan.
“Para pemimpin umat ini harus dibuatkan SK juga yang nanti mereka bertugas untuk membantu menyuarakan langkah-langkah pencegahan dalam menghadapi Covid-19,” katanya lagi.
Menurutnya para tokoh agama mempunyai peran penting untuk menyampaikan permasalahan Covid dan pencegahan bagi masyarakat. **














