60 Pasukan Disiapkan Evakuasi Korban Heli MI-17

Letkol Inf Dax Sianturi, Wakapendam XVII/Cenderawasih, (foto: Faisal Narwawan)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAinside.com,JAYAPURA – Proses evakuasi Heli MI 17 hingga kini masih dalam tahap persiapan dan perencanaan. Ini diperlukan untuk keamanan dan keselamatan tim yang akan lakukan evakuasi.

Tim evakuasi juga telah diterbangkan untuk meninjau kembali lokasi yang akan dijadikan titik pendaratan, maupun mengecek rute yang diperlukan dalam proses evakuasi.

Kodam XVII/Cenderawasih pun telah mengirim pasukan tambahan  untuk memperkuat  pasukan yang sudah ada di Oksibil. Dari 60 orang pasukan yang disiapkan setidaknya kurang lebih 30 pasukan telah berada di Oksibil. Pasukan tersebut bersama pasukan organik di sana akan melakukan misi evakuasi setelah lakukan persiapan matang.

“Dan untuk kegiatan hari ini kita masih lakukan rencana evakuasi. Ini perlu dilakukan karena dengan lokasi yang berada di ketinggian 11.000 fit itu  kita harus ada pertimbangan untuk keselamatan tim, apa lagi kadar oksigen diatas sudah semakin tipis jadi kita harus  lihat kemampuan prajurit dan alat peralatan yang harus dibawa. Juga suhu di lokasi yang sangat ektrim. Harapannya proses evakuasi nanti lancar,” ungkap Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf. Dax Sianturi, Rabu (12/2/2020).

Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan 3 opsi proses evakuasi: “Ada tiga opsi evakuasi apakah lewat darat dengan jalan kaki dari kampung terdekat, kemudian lewat udara langsung ke titik lokasi ataupun kita kombinasijan keduanya, yakni droping  di satu titik yang dekat dan lanjutkan ke lokasi jatuhnya heli,” tambah Dax.

Sementara itu, Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf. J. Binsar P. Sianipar kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjaun kembali pada Rabu (12/2/2020) pagi ini.

“Pagi tadi kita tinjau ulang, kita harapkan ini yang terakhir ke sasaran, kita meninjau di mana titik pendaratan dan rute yang kita gunakan pada saat evakuasi nanti, peninjaun selesai dalam keadaan aman,” ungkap Danrem.

Disampaikan pihaknya juga hari ini menambahkan 3 unit heli (2 Hely bell TNI AD dan 1 dari pihak swasta).

“Koordinasi dengan pilot juga sudah fiks dan mudah-mudahan besok atau lusa kita bisa lakukan evakuasi, tentu kalau cuaca baik,” jelas Danrem.

TNI juga sudah berkoordinasi dengan semua pihak yang ada untuk menunjang evakuasi tersebut. “Sudah berkoordinasi baik bersama Polri dan juga pihak bandara, Pemda setempat dan masyarakat. Tadi kita lakukan peninjauan juga kita bawa masyarakat,” kata Danrem.

Disebutkan tantangan dalam evakuasi selain lokasi yang terjal juga cuaca yang ekstrim, bahkan waktu terbang sehari hanya bisa sampai 1-2 jam saja.

“Cuaca sangat ekstrim, Ini faktor utama menjadi kendala evakuasi mudah-mudahan besok kita bisa diberikan tuhan cuaca cerah, setidaknya 2 jam saja untuk bisa siapkan pasukan dan lakukan evakuasi,” tandasnya.

Dari informasi yang didapat Kodam Cenderawadsih lokasi jatuhnya heli MI 17 dengan kampung terdekat bisa dicapai dengan berjalan kaki selama 1 hari. Hal ini pun masih dipertimbangkan, mengingat tim harus kembali dengan cara turun bukit dan membawa jenazah.

Untuk itu pihak keluarga sudah diminta agar bersabar menunggu evakuasi dilakukan. **